Apakah seluruh manusia di dunia ini terhubung satu sama lain?
Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat dari video berjudul Connected The Power Six Degrees dan artikel jurnal berjudul Computational Social Science & The New Science of Network
Setelah menelaah video dan artikel jurnal diatas, yang pertama kali terpikir di benak saya sebagai seorang mahasiswa manajemen bisnis adalah, pemanfaatan dari kekuatan jaringan tersebut dalam dunia bisnis.
Akhir-akhir ini saya tertarik dengan konsep viral marketing. Dalam jurnalnya yang berjudul The Six Simple Principles of Viral Marketing Dr. Ralph F. Wilson (2000,2005:1) mendefinisikan viral marketing sebagai strategi yang mendorong individu untuk memberikan pesan marketing kepada orang lain menciptakan pertumbuhan yang eksponsial dalam penyampaian dan pengaruh pesan. Seperti sebuah virus, strategi tersebut memanfaatkan kesempatan penggandaan secara cepat, ledakan pesan menjadi ribuan bahkan jutaan.
Dari lima orang memberikan pesan ke sepuluh orang, sepuluh orang memberi pesan kepada seratus orang, pesan terus disampaikan, tidak terbendung dan akhirnya menjadi sesuatu yang disebut dengan viral. Mirip seperti virus "I Love You" dalam video Connected The Power Six Degrees. Dengan memahami jaringan, tekhnik viral marketing dapat dilakukan dengan lebih efektif. Mempengaruhi seseorang yang memiliki banyak jaringan atau memiliki peran sebagai hub dapat mempengaruhi orang lain yang terhubung dengan orang tersebut. Mendorong Kevin Beacon untuk membagikan pesan marketing maka akan banyak aktor hollywood lain yang akan melanjutkan pesan tersebut. Mendorong Wilt Chamberlain maka pesan akan tersampaikan ke 20.000 wanita yang pernah melakukan sex dengannya.
Memahami jaringan dapat memprediksi masa depan, Pandangan yang menarik dari Albert-Laszlo Barabasi, yang menurut saya dapat menjelaskan tentang alam semesta. dalam artikel jurnal Computational Social Science menyatakan bahwa setiap aktivitas dan kegiatan manusia meninggalkan jejak digital, dan dari jejak digital tersebut mengandung informasi, informasi digunakan untuk memprediksi masa depan. Segala sesuatu yang mengandung informasi sebenarnya memiliki suatu pola yang berurutan dan membuatnya mudah diprediksi.
Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada video yang berjudul "What is Not Random" yang menjelaskan bahwa alam semesta yang terdiri dari informasi sehinga dapat diprediksi dan artikel "Forget Space:Time Information May Create the Cosmos" artikel dari Robert Lawrence kuhn yang berisi penjelasan dari kandidat unsur basis dari alam semesta yang diakui beberapa ilmuwan sebagai pondasi dari kenyataan.
Salah satu pemanfaatan dalam bidang bisnis yang terpikirkan oleh saya dengan memanfaatkan jaringan untuk memprediksi masa depan adalah jual beli saham. Naik turunnya harga saham ditentukan oleh informasi, dan jika kita dapat memprediksi atau bahkan mengatur harga saham masa depan dengan menggunakan jaringan....benar-benar tidak terbayangkan kekuatan dari control of information network tersebut.
Selain dampak positif terdapat dampak negatif yang didapat dari semakin berkembangnya ilmu jaringan ini yaitu, semakin berkurangnya privasi. Semakin ilmu jaringan berkembang semakin mudah juga untuk menggali informasi. Informasi yang sifatnya private jika dimiliki oleh yang tidak bertanggung jawab akan dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak diinginkan.
Ada banyak hal lagi yang dapat digali dalam ilmu jaringan, dan menurut saya kedepannya perkembangan dari ilmu ini akan semakin merambah pengaplikasiannya dalam dunia nyata maupun dunia maya. Sesuatu yang awalnya tidak terlihat seperti jaringan dapat digambarkan oleh manusia. Sebuah langkah besar dimana mungkin dimasa depan manusia dapat menggambarkan hal lain yang tidak terlihat seperti pemikiran, perasaan, emosi, jiwa dan berbagai hal lainnya. Jika umat manusia dapat mencapai tingkat tersebut mungkin dunia ini akan seperti yang digambarkan oleh penulis cerita Psycho-Pass Gen-Urobochi, Dimana informasi dari emosi dan jaringan dapat menentukan jalan hidup manusia, bahkan memprediksi akan terjadinya perilaku kriminal berdasar warna emosi.
Nur Arif Munadie (1401151085) 2/3/2018
Jika seluruh manusia saling terhubung berapa langkah yang dibutuhkan untuk menghubungkan manusia dibelahan dunia satu dengan manusia yang berada pada belahan dunia lain?
Pertanyaan tersebut adalah dasar dari ide yang disebut sebagai "Six Degrees of Separation". Six degrees of separation adalah ide tentang bagaimana menghubungan antar dua orang manusia yang terpisah dan tidak saling mengenal satu sama lain, rata-rata hanya dengan melalui 6 orang manusia.Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat dari video berjudul Connected The Power Six Degrees dan artikel jurnal berjudul Computational Social Science & The New Science of Network
Setelah menelaah video dan artikel jurnal diatas, yang pertama kali terpikir di benak saya sebagai seorang mahasiswa manajemen bisnis adalah, pemanfaatan dari kekuatan jaringan tersebut dalam dunia bisnis.
Akhir-akhir ini saya tertarik dengan konsep viral marketing. Dalam jurnalnya yang berjudul The Six Simple Principles of Viral Marketing Dr. Ralph F. Wilson (2000,2005:1) mendefinisikan viral marketing sebagai strategi yang mendorong individu untuk memberikan pesan marketing kepada orang lain menciptakan pertumbuhan yang eksponsial dalam penyampaian dan pengaruh pesan. Seperti sebuah virus, strategi tersebut memanfaatkan kesempatan penggandaan secara cepat, ledakan pesan menjadi ribuan bahkan jutaan.
Dari lima orang memberikan pesan ke sepuluh orang, sepuluh orang memberi pesan kepada seratus orang, pesan terus disampaikan, tidak terbendung dan akhirnya menjadi sesuatu yang disebut dengan viral. Mirip seperti virus "I Love You" dalam video Connected The Power Six Degrees. Dengan memahami jaringan, tekhnik viral marketing dapat dilakukan dengan lebih efektif. Mempengaruhi seseorang yang memiliki banyak jaringan atau memiliki peran sebagai hub dapat mempengaruhi orang lain yang terhubung dengan orang tersebut. Mendorong Kevin Beacon untuk membagikan pesan marketing maka akan banyak aktor hollywood lain yang akan melanjutkan pesan tersebut. Mendorong Wilt Chamberlain maka pesan akan tersampaikan ke 20.000 wanita yang pernah melakukan sex dengannya.
Memahami jaringan dapat memprediksi masa depan, Pandangan yang menarik dari Albert-Laszlo Barabasi, yang menurut saya dapat menjelaskan tentang alam semesta. dalam artikel jurnal Computational Social Science menyatakan bahwa setiap aktivitas dan kegiatan manusia meninggalkan jejak digital, dan dari jejak digital tersebut mengandung informasi, informasi digunakan untuk memprediksi masa depan. Segala sesuatu yang mengandung informasi sebenarnya memiliki suatu pola yang berurutan dan membuatnya mudah diprediksi.
Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada video yang berjudul "What is Not Random" yang menjelaskan bahwa alam semesta yang terdiri dari informasi sehinga dapat diprediksi dan artikel "Forget Space:Time Information May Create the Cosmos" artikel dari Robert Lawrence kuhn yang berisi penjelasan dari kandidat unsur basis dari alam semesta yang diakui beberapa ilmuwan sebagai pondasi dari kenyataan.
Salah satu pemanfaatan dalam bidang bisnis yang terpikirkan oleh saya dengan memanfaatkan jaringan untuk memprediksi masa depan adalah jual beli saham. Naik turunnya harga saham ditentukan oleh informasi, dan jika kita dapat memprediksi atau bahkan mengatur harga saham masa depan dengan menggunakan jaringan....benar-benar tidak terbayangkan kekuatan dari control of information network tersebut.
Selain dampak positif terdapat dampak negatif yang didapat dari semakin berkembangnya ilmu jaringan ini yaitu, semakin berkurangnya privasi. Semakin ilmu jaringan berkembang semakin mudah juga untuk menggali informasi. Informasi yang sifatnya private jika dimiliki oleh yang tidak bertanggung jawab akan dimanfaatkan untuk hal-hal yang tidak diinginkan.
Ada banyak hal lagi yang dapat digali dalam ilmu jaringan, dan menurut saya kedepannya perkembangan dari ilmu ini akan semakin merambah pengaplikasiannya dalam dunia nyata maupun dunia maya. Sesuatu yang awalnya tidak terlihat seperti jaringan dapat digambarkan oleh manusia. Sebuah langkah besar dimana mungkin dimasa depan manusia dapat menggambarkan hal lain yang tidak terlihat seperti pemikiran, perasaan, emosi, jiwa dan berbagai hal lainnya. Jika umat manusia dapat mencapai tingkat tersebut mungkin dunia ini akan seperti yang digambarkan oleh penulis cerita Psycho-Pass Gen-Urobochi, Dimana informasi dari emosi dan jaringan dapat menentukan jalan hidup manusia, bahkan memprediksi akan terjadinya perilaku kriminal berdasar warna emosi.
Nur Arif Munadie (1401151085) 2/3/2018
Komentar
Posting Komentar