Mempekerjakan Konsumen Sebagai Pemasar Produk

Viral Marketing

Pernahkah anda membeli suatu brand atau produk dikarenakan banyak orang dilingkungan anda memakai brand atau produk yang sama?

Pernahkah anda sangat puas pada kualitas suatu produk sehingga anda memaksa orang-orang disekitar anda untuk menggunakan produk yang sama?

Secara tidak langsung dua kondisi diatas dapat dikatakan sebagai kegiatan pemasaran produk. Bukan perusahaan yang memasarkan produknya, tetapi konsumen yang menyebarkan nilai positif produk pada orang-orang disekitarnya, baik konversasi secara  langsung atau tidak langsung seperti melalui sosial media.

Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Artikel kali ini akan membahas bagaimana pemasaran produk dapat dilakukan secara otomatis melalui suatu konsep yang disebut dengan viral marketing.

Social Network Pressure dan Social Network Influence

Pengaruh seseorang dapat dimanfaatkan untuk tujuan pemasaran dengan dua cara yang berbeda: yaitu  Social Network Pressure dan Social Network Influence

Social Network Pressure adalah suatu model kondisi dimana seseorang berada dibawah "tekanan" dikarenakan lingkungan/jaringan sosial disekitarnya menggunakan suatu produk yang sama, sehingga orang tersebut akan menjadi tertarik untuk membeli produk tersebut.

Social Network Influence adalah suatu model kondisi dimana sesorang yang memberi tekanan pada lingkungan/jaringan sosial disekitarnya untuk menggunakan produk yang orang tersebut ingin orang lain untuk menggunakannya juga.


Contohnya seperti fenomena meninggalkan nokia dan menggunakan Blackberry yang dulu pernah marak di indonesia. Awalnya mayoritas masyarakat indonesia adalah pengguna handphone nokia. Salah satu alasan peralihan dari nokia ke Blackberry adalah BBM (Blackberry Messenger) fitur social media chatting yang menggunakan BIS (Blackberry Internet Service) tanpa pulsa dan kuota secara bebas, mendorong masyarakat yang awalnya bertukar pesan melalui sms untuk beralih menggunakan BBM. Mungkin anda adalah salah satunya. Ketika anda melihat fitur baru tersebut atau anda adalah satu-satunya pengguna nokia diantara teman-teman anda yang beralih menggunakan Blackberry apa yang anda akan lakukan? Tentunya anda juga akan terdorong untuk beralih menggunakan Blackberry bukan?
Situasi diatas dapat terjadi disebabkan oleh aspek-aspek yang dimiliki oleh produk.

Selain aspek dalam produk itu sendiri perusahaan juga dapat menerapkan viral marketing dengan menerapkan strategi-strategi pemasaran tertentu yang dapat men-trigger terjadinya penyebaran informasi produk secara viral. Strategi-strategi ini seakan-akan perusahaan mempekerjakan konsumen sebagai pemasar dari produk.

Acquire

Cara yang populer untuk mendapatkan konsumen baru adalah dengan cara kosumen membawa konsumen lain ke dalam jaringan. Contohnya adalah member Gojek akan mendapat potongan harga apabila dia mengundang temannya untuk menjadi member Gojek juga.

Up-sell/Cross-sell

Sama seperti contoh kasus Blackberry diatas jika seorang teman menggunakan Blackberry, maka jaringan sosial sekitarnya rentan untuk menggunakan Blackberry juga. Contoh lain dari strategi ini dengan perusahaan mempengaruhi seseorang yang memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pembelian produk banyak orang (key-player) untuk mempromosikan produk baik secara eksplisit (endorsing) mauput implisit (orang lain melihat key-player menggunakan produk).

Retain

Strategi dimana perusahaan berusaha mempertahankan kosumen agar terus menggunakan produk tanpa beralih ke produk dari perusahaan lain.

Passive Broadcast

Passive broadcast terjadi karena aktivitas normal yang dilakukan oleh konsumen disaat menggunakan produk secara tidak langsung, secara sadar atau tidak sadar ternyata juga memasarkan produk. Contohnya ketika mengirim email melalui iphone dibagian bawah email tersebut akan ada tulisan sent by iphone.

Active Recommendation

Kebanyakan aplikasi memiliki sistem invite friend dan share content. Semua yang menerima invite maupun share content tersebut secara tidak langsung telah menerima pesan pemasaran dari aplikasi.

Dan banyak lagi strategi yang dapat diterapkan yang tidak bisa di jelaskan semuanya dalam satu artikel ini.

Opinion

Menurut saya banyak wirausaha di indonesia terutama bisnis start-up yang belum sadar akan pentingnya viral marketing. Zaman sekarang adalah zaman dimana konten menjadi perhatian utama dalam pemasaran. Banyak artikel-artikel internasional yang menyebutkan bahwa konten merupakan tren no.1  yang memiliki pengaruh besar dalam sukses atau tidaknya suatu bisnis.  Strategi-strategi konten komprehensif dan menarik diperlukan agar pesan pemasaran dapat diterima konsumen dan disebarkan sehingga menjadi viral. Kreatifitas merupakan faktor kunci yang diperlukan agar dapat membuat konten viral. 

Sumber materi : Social Networks and their Economics
Influencing Consumer Choice
by Daniel Birke

Komentar